Komputasi awan (cloud computing) adalah penggunaan sumber daya komputasi
baik hardware atau software yang disampaikan sebagai layanan melalui jaringan (
biasanya internet ). Istilah "cloud" berasal dari penggunaan simbol
berbentuk awan sebagai abstraksi untuk infrastruktur kompleks yang dikandungnya
dalam diagram sistem.
Konsep yang melandasi komputasi awan dapat
ditelusuri kembali ke tahun 1950-an, ketika komputer mainframe skala besar
mulai tersedia buat kepentingan dunia akademis dan perusahaan, dan dapat
diakses melalui thin client /
komputer terminal. Karena harga komputer mainframe pada waktu itu sangat mahal,
berbagai pihak berusaha mencari cara untuk dapat menekan biaya
serendah-rendahnya sembari tetap memperoleh manfaat komputasi dari mainframe
tersebut. Cara yang dianggap paling efisien adalah membikin sistem yang
memungkinkan beberapa pengguna untuk berbagi akses fisik ke komputer pusat dari
beberapa terminal, serta membagi waktu CPU, menghilangkan masa non-aktif, yang
kemudian dikenal di dunia industri sebagai time-sharing.
Perkembangan selanjutnya pada 1990-an beberapa perusahaan telekomunikasi mulai menawarkan jasa Virtual Private Network (VPN), dengan kualitas layanan yang sebanding apabila memiliki sistem sendiri, namun dengan biaya yang jauh lebih rendah. Dengan mengelola traffic data sedemikian rupa untuk menyeimbangkan pemanfaatan sumberdaya yang ada, mereka mampu mengoptimalkan bandwidth jaringan mereka secara lebih efektif. Simbol awan digunakan untuk menunjukkan titik demarkasi (batas) antara wilayah sistem yang menjadi tanggung jawab penyedia dan wilayah sistem yang dikelola pengguna (user).
Pelanggan akan pengguna (end-user) komputasi awan mengakses aplikasi berbasis cloud melalui web browser atau aplikasi desktop ringan atau bahkan aplikasi mobile, sedangkan data perangkat lunak bisnis dan pengguna disimpan di server-server di lokasi yang jauh.
Ada beberapa jenis layanan komputasi awan untuk publik. Di antaranya adalah:
1. Infrastructure as a service (IaaS). Contoh IaaS adalah Amazon CloudFormation, Amazon EC2, Windows Azure Virtual Machines, Google Compute Engine, HP Cloud, Rackspace Cloud, dan Terremark.
2. Platform as a service (PaaS). Contoh layanan adalah Amazon Elastic Beanstalk, Cloud Foundry, Google App Engine, Windows Azure Compute, dan OrangeScape.
3. Software as a service (SaaS). Yang paling populer dari kategori layanan ini adalah Google Apps dan Microsoft Office 365.
4. Network as a Service (NaaS). Layanan NaaS secara tradisional termasuk VPN dan bandwidth on demand. Perwujudan konsep NaaS juga mencakup penyediaan layanan jaringan virtual oleh pemilik infrastruktur jaringan kepada pihak ketiga.
Pengguna dapat mengakses layanan komputasi awan
menggunakan berbagai perangkat klien jaringan yang saat ini tersedia luas,
seperti komputer desktop (PC), laptop, tablet, dan smartphone. Banyak aplikasi
awan tidak memerlukan lagi software tertentu terinstall pada komputer klien,
dan sebagai gantinya menggunakan browser web untuk berinteraksi dengan aplikasi
awan. Dengan Ajax dan antarmuka HTML5, penggunaan browser web ini dapat
mencapai tampilan yang sama atau bahkan lebih baik. Namun beberapa aplikasi
cloud, bagaimanapun, masih memerlukan perangkat lunak klien khusus yang
didedikasikan untuk aplikasi ini (misalnya, virtual desktop clients dan
kebanyakan email clients).
Karakteristik Cloud
Computing
Dengan semakin maraknya pembicaraan seputar cloud computing, semakin banyak perusahaan yang mengumumkan bahwa mereka menyediakan layanan cloud computing.
Akan sangat membingungkan bagi kita para
pengguna untuk memastikan bahwa layanan yang akan kita dapatkan adalah cloud
computing atau bukan.Untuk mudahnya, dari semua definisi yang ada, dapat
diintisarikan bahwa cloud computing ideal adalah layanan yang memiliki 5
karakteristik berikut ini:
1. 1. On-Demand Self-Services
Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan. Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila kita saat ini membutuhkan layanan aplikasi CRM (sesuai contoh di awal), maka kita harus dapat mendaftar secara swalayan dan layanan tersebut langsung tersedia saat itu juga.
2. 2. Broad Network Access
Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Dalam contoh layanan aplikasi CRM di atas, selama kita terhubung ke jaringan Internet, saya harus dapat mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop, warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain.
3. 3. Resource Pooling
Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal.
4. 4. Rapid Elasticity
Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila pegawai di kantor bertambah, maka kita harus dapat menambah user untuk aplikasi CRM tersebut dengan mudah. Begitu juga jika pegawai berkurang. Atau, apabila kita menempatkan sebuah website berita dalam jaringan cloud computing, maka apabila terjadi peningkatkan traffic karena ada berita penting, maka kapasitas harus dapat dinaikkan dengan cepat.
5. Measured Service
Sebuah layanan cloud computing harus disediakan secara terukur, karena nantinya
akan digunakan dalam proses pembayaran. Harap diingat bahwa layanan cloud
computing dibayar sesuai penggunaan, sehingga harus terukur dengan baik.
.jpg)

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar